Menilik Sejarah Paralayang Dari Dunia Hingga di Indonesia

Paralayang adalah olahraga terbang bebas yang menggunakan sayap kain atau parasut yang memulai lepas landas dengan kaki. Tujuan dari olahraga ini yaitu sebagai rekreasi atau ajang kompetisi. Seorang Pilot duduk di suatu sabuk atau disebut harness yang menggantung dibagian bawah sayap kain yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali. Tekanan udara memasuki ventilasi di bagian depan sayap. Olahraga ini muncul pertama kali pada sekitar tahun 1980-an dan kejuaraan dunia pertama berlangsung pada tahun 1989 di Kössen, Austria.

Untuk kalian yang suka memacu adrenalin, sudah pasti mengetahui tentang olahraga ini. Jenis olah raga ini mulai muncul pada tahun 80-an.tidak diketahui secara jelas siapa yang menemukan olahraga ini. Hanya pada tahun 40-an, Dr. Francis Rogallo membuat layang-layang yang menjadi alat terjun payung serta gantolle. Saat tahun 1960, Pierre Leoigne membuat penyempurnaan parasut sebagai alat terjun statis yang pada awalnya dibuat dalam bentuk bulan dan menjadi parasut terjun. parasut Para Commander (PC) memiliki kelebihan dengan pergerakan dan kontrol lebih baik dari pada parasut sebelumnya.

Parasut semakin berkembang saat Domina Albert berpulang Amerika dan menciptakan parasut persegi dengan dua permukaan yang dipisahkan oleh rongga-rongga atau disebut sel dan berkonsep Ram Air. Parasut Domina dikenal dengan nama Parafoil karena saat ada lintasan udara yang terperangkap parasut akan mengembang. Oleh karena itu, konsep ini membuat inspirasi terciptanya olahraga paragliding. Di Indonesia mulai dikenal pada awal tahun 90-an. Munculnya jenis olahraga ini dengan terbentuknya MERAPI atau Kelompok Mega Raya Paralayang Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga:Tips Kesehatan Terhindar dari Cedera Ketika Berolahraga

Seorang yang menjadi pencetusnya komunitas ini adalah (Alm) Dudy Arief Wahyudi dan kawannya Gendon Subandono. Melalui sebuah majalah yang dibacanya dan memulai belajar secara mandiri, keduanya menjadikan bukit pasir di daerah Parangtritis sebagai titik tempat awal berlatih olahraga ini. Ditahun yang sama, penulis David A. Teak mulai merasakan nikmatnya bisa terbang dengan menggunakan parasut tipe Drakkar yang diproduksi dari Parachute de France pada tahun 1987. Pada tahun 1991, Ferry Maskun, Wien Suharjo, Bismo dan Daweris Taher masuk kedalam komunitas tersebut sebagai anggota baru.

Pada sebelumnya, olah raga ini dinamai dengan Terjun Gunung namun diubah menjadi paralayang yang diresmikan di Gunung Haruman pada tanggal 22-23 Mei oleh anggota Klub Gantolle Bandung. Di Indonesia, olahraga ini berada di bawah bimbingan PLGI atau Pordirga Layang Gantung Indonesia, sementara PLGI sendiri berada di bawah FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Wilayah Indonesia yang banyak dengan perbukitan dan memiliki banyak pegunungan tinggi menjadi potensial untuk olahraga yang satu lebih berkembang. Lokasi yang akan digunakan sebagai tempat terjun tinggal memilih. Pemandangan yang disuguhkan pun sangat indah dan menawan. Pada lokasi yang berlisensi FASI, Anda akan disuguhkan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *