Ini Rangkaian Tes Kehamilan yang Akurat

 

Menantikan hadirnya buah hati dalam perjalanan rumah tangga bisa jadi merupakan impian bagi sebagian besar pasangan suami istri. Saat yang paling mendebarkan adalah momen melihat alat tes kehamilan, banyak harapan di sana akan tertera hasil yang positif penanda ada kehamilan yang terjadi. Tapi tidak sedikit pula yang masih harus diminta bersabar karena hasil tes belum menunjukkan hasil positif. Namun demikian, hasil tes kehamilan awal tersebut tidak serta merta menjadi acuan apakah janin benar benar berkembang dan sehat. Oleh karena itu, diperlukan beberapa rangkaian tes kehamilan yang akurat.

Berikut adalah beberapa di antaranya.

Tes Urine

Tes paling awal dan paling banyak digunakan oleh calon ibu adalah menggunakan tes urine. Tes ini banyak dilakukan karena sederhana, mudah, dan murah. Tes urine dapat dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis. Sebenarnya inti dari tes urin ini adalah melihat ada atau tidaknya hormon yang dinamakan dengan HCG (Human Chorionic Gonadotropin). HCG ini hanya dihasilkan oleh seorang wanita yang sedang mengandung. Pembentukan HCG ini adalah hasil dari penempelan embrio pada sel telur dan akan meningkat kadarnya setiap hari dan mencapai kadar maksimal pada usia kehamilan 12 minggu. Kemudian akan menurun setelahnya.

HCG ini akan dilepaskan masuk ke peredaran darah ibu dan akan terdeteksi pada urine dan darah ibu. HCG inilah yang menjadi dasar dalam menentukan kehamilan oleh tes urine. Tes urine ini banyak pula disebut dengan test pack. Nah, test pack ini banyak tersedia baik di supermarket maupun apotek terdekat. Harga yang ditawarkan pun bervariatif. Ada yang harga Rp2.000 hingga Rp25.000. Meski demikian, fungsinya tetap sama, namun kadang ada yang memiliki sensitivitas rendah sehingga bisa mendeteksi adanya HCG dalam jumlah yang terkecil sekali pun dalam urine.

test-pack-tipis.jpg (620×314)

Cara melakukannya adalah dengan menampung air seni terlebih dahulu dalam sebuah cawan. Kemudian buka kemasan test pack dan baca terlebih dahulu instruksinya. Biasanya akan ada cara penggunaan dan cara interpretasi hasil. Instruksi yang lazim digunakan adalah dengan mencelupkan test pack ke dalam urine pada batas ketinggian yang ditentukan, kemudian tunggu dahulu. Biasanya akan muncul garis pertama yang mengisyaratkan bahwa tes berhasil dilakukan. Tunggu beberapa saat, jika kemudian muncul garis ke dua, maka hal tersebut menandakan bahwa ada kadar HCG yang terdeteksi dalam urine atau lazim disebut dengan tanda positif hamil. Nah, jika sudah ada hasil positif, maka ada baiknya Anda kontrol ke dokter untuk melakukan tes lanjutan.

Untuk rekomendasi test pack, Anda bisa membaca di https://review.bukalapak.com/mom/7-rekomendasi-alat-tes-kehamilan-yang-bisa-dilakukan-di-rumah-18829

Tes Darah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, HCG selain terdapat pada urine, juga terdapat dalam darah. Bedanya, kehadiran HCG dalam darah bisa diketahui lebih awal ketimbang di dalam urine. Tes ini dinamakan dengan tes Beta HCG. Tes ini akan menunjukkan hasil pasti berapa jumlah kadar beta HCG yang terdapat dalam darah. Pemeriksaan ini akan mendeteksi sekecil apapun Beta HCG yang terbentuk sehingga bisa dikonfirmasi sebagai tes kehamilan yang akurat. Tes ini biasanya juga merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengonfirmasi hasil lebih cepat pada program bayi tabung.

Ultrasonografi

Pemeriksaan ultrasonografi atau banyak yang menyebut dengan USG adalah pemeriksaan menggunakan gelombang berfrekuensi tinggi yang bisa melihat ke dalam rahim. USG akan mencitrakan janin atau kantong rahim paling tidak. Pemeriksaan USG ini akan mendeteksi adanya kantong amnion (ketuban) mulai pada usia kehamilan 6 minggu. Selanjutnya, jika memang terdeteksi positif hamil, secara berkala dokter akan memeriksa tumbuh kembang janin.

USG.jpg (933×610)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *