Hindari Makanan Penyebab Perut Kembung pada Bayi!

Menjadi seorang ibu, berarti siap memikul tanggung jawab atas sebuah nyawa, yaitu bayi. Bayi sangat rentan terkena berbagai penyakit karena sistem imunitas tubuh yang belum baik. Salah satu kondisi yang paling sering terjadi pada bayi adalah perut kembung. Cara mengatasi perut kembung pada bayi  tergantung pada penyebab perut kembung pada bayi. Adapun penyebab perut kembung pada bayi salah satunya adalah dari makanan, baik yang dikonsumsi oleh ibu maupun oleh bayi. Oleh karena itu, sebagai seorang ibu, kita harus pandai memilih jenis makanan yang aman dikonsumsi agar terhindar dari perut bayi kembung ini. Jangan anggap sepele perut bayi yang kembung karena hal ini bisa membuat bayi rewel dan kehilangan nafsu makan.

Kondisi perut kembung ini normal dialami oleh setiap bayi. Namun, jika frekuensinya berlebihan, maka juga bisa menimbulkan masalah tumbuh kembang bayi. Perut kembung juga biasanya semakin sering terjadi saat bayi sudah dikenalkan oleh makanan pendamping ASI. Hal ini karena sistem pencernaan bayi masih beradaptasi dengan berbagai jenis makanan padat. Mendeteksi adanya kembung pada bayi sebenarnya gampang gampang sulit. Awalnya kita mungkin akan mendapati bayi rewel terus menerus tanpa sebab. Kemudian, sebagai pemeriksaan awal, kita bisa mencoba mengetuk perutnya dan merasakan apakah terasa keras atau tidak, jika ya, besar kemungkinan bayi sedang mengalami kembung.

Penyebab perut kembung pada bayi inilah yang harus kita cari. Tentu agar lebih berhati hati di lain hari. Kemungkinan pertama adalah dari makanan. Apa saja daftar makanan yang menyebabkan perut bayi menjadi kembung? Coba simak uraian berikut ini!

Umbi umbian

Wajar jika saat pemberian MPASI, sebagai ibu kita cenderung memberikan umbi umbian yang telah dikukus dan dilembutkan. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai rasa dan sumber karbohidrat kepada anak. Biasanya kita akan membuat puree kentang atau ketela. Namun tahukah ibu, jika umbi umbian adalah makanan yang bisa memproduksi gas berlebih di dalam saluran pencernaan?

Pada orang dewasa biasanya manifestasi setelah banyak mengonsumsi umbi umbian menjadi sering buang angin. Namun pada bayi yang masih belum sempurna fungsi saluran cernanya, akan kesulitan membuang angin yang terperangkap tersebut.

Buah buahan yang berair

Memberikan buah buahan yang segar dan memiliki banyak air seperti semangka dan melon mungkin menjadi pilihan juga saat memberikan MPASI. Bayi tentu akan merasa senang bisa mencoba buah yang terasa manis dan segar tersebut. Namun, pada pemberian buah yang memiliki kandungan air tinggi juga bisa memicu timbulnya kembung pada perut bayi. Kembung yang terjadi akibat proses pencernaan buah buahan tersebut menjadi gas di dalam perut. Hal ini yang menimbulkan rasa begah dan tidak nyaman untuk bayi.

Susu Sapi

Sebenarnya susu ini bisa jadi bukan penyebab utama terjadinya kembung. Penyebab yang paling sering adalah cara meminum susu dari botol dot. Kepala dot yang berukuran kecil sangat berpotensi menyebabkan udara ikut tertelan saat bayi menghisap dot. Untuk menghindari hal ini, cobalah mengganti botol dot bayi ibu menjadi botol yang memiliki kepala cukup lebar sehingga bayi bisa menyedot sebagaimana saat menyedot puting. Hal ini akan mengurangi kemungkinan gas tertelan yang membuat perut jadi kembung. Namun sebenarnya pada kasus tertentu pula, bayi yang memiliki intoleransi terhadap susu sapi dan turunannya juga bisa berpotensi menyebabkan perut kembung. Cara mengatasi perut kembung pada bayi pada kasus intoleransi protein susu sapi adalah dengan mencoba mengganti dengan susu yang berbahan soya atau kedelai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *