Harga Squishy Murah? Pasti Tidak Berlisensi!

( Foto : Alexnld )

Demam squishy yang melanda para anak cukup membuat para orang tua mencemaskan kocek. Mungkin awalnya para orang tua ok ok saja ketika anaknya menarik untuk mampir di kios kecil yang menjual ‘boneka-boneka lucu’ itu karena mengira harga squishy murah, namun seketika mengetahui harganya sontak yang muncul di dalam benak para orangtua adalah “yang bener aja untuk boneka sekecil ini doank”.  Bagaimana tidak harga untuk satu squishy berlisensi berkisar di Rp150.00 sampai Rp. 800.000. Mungkin dikarenakan harganya yang mahal inilah banyak sekali anak-anak yang pada akhirnya mencoba cara membuat squishy dari spons cuci piring.

Itulah squishy, keunikannya membuat benda ini memiliki posisi tersendiri sehingga dirasa layak memiliki harga yang mahal. Tapi perlu diakui bahwa strategi marketing yang mereka buat ini memang berhasil. Squishy digarap secara serius, terlihat dari hanya beberapa merk yang mengeluarkan produk berlisensinya yaitu iBloom, Kiibru, Areedy, dan Cutie Creative.

Packagingnya sengaja di buat sangat menarik dengan berbagai keterangan berbahasa Jepang. Squishy berlisensi memiliki keunikan di kualitas bahan, rancangan bentuk, keharuman dan kelambatan dalam mengembang hingga kembali ke bentuk semula.

Squishy merupakan mainan dari Jepang, yang pada awalnya dimanfaatkan untuk meredakan stres dengan cara menekan-nekan permukaanya. Fungsi ini tidak jauh berbeda dengan stress ball. Belakangan dikarenakan bentuknya yang sangat lucu, baunya yang lembut dan sesuai dengan bentuk membuat banyak kolektor mengkoleksinya. Bahkan muncul beberapa jenis atau seri squishy yang langka, yang bisa membuat harganya semakin mahal.

Bahan dasar pembuatan squishy adalah Poliuretana, yaitu sejenis busa yang ditemukan oleh seorang penemu berbangsa Jerman. Bahan ini sangat umum digunaka  di keseharian kita, seperti lantai industry, lapangan bulu tangkis, tempat duduk busa, spandex, perekat, cat, karet, serat sintetis untuk pakaian, dan selang air. Walaupun banyak kegunaannya, ternyata senyawa ini menimbulkan efek negatif yaitu sebagai penyebab alergi dan masalah pernapasan jutaan orang karena paparan yang konstan.

( Foto : Home Depot )

 

Sampai sekarang zat ini masih terus digunakan sebagai bahan dasar pembuatan busa. Sama seperti membuat busa, untuk membuat squishy Poliuretana dicampurkan dengan cairan lain yaitu poliol, diisosianat, katalis, dan zat aditif lainnya. Saat cairan-cairan ini dicampurkan dengan rata, akan menimbulkan reaksi yang sangat cepat. Campuran tersebut akan mengembang, membesar dan menjadi padar dalam hitungan detik setelah campuran diaduk rata.

Dengan reaksi yang secepat itu bisa dibayangkan bahwa dalam membuat squishy dibutuhkan teknik dan keahlian yang khusus, sehingga dapat menciptakan sebuah boneka busa dengan design lucu, rumit, dan berpemukaan lembut sehingga enak disquish. Jika sudah mengetahui kerumitan dalam pembuatannya rasanya tidak mungkin harga squishy murah memiliki proses pembuatan yang sama.

 

Saat ini banyak bermunculan video-video yang memperlihatkan cara membuat squishy, Sebagian besar menunjukan cara pembuatan yang sebenarnya tidak seperti yang dilakukan pabrik squishy berlisensi.

Kebanyakan dari video tersebut mengajarkan bagaimana membuat squishy menggunakan spons cuci piring, lem fox, tissue dan cat-cat untuk mempercantik tampilannya. Biasanya hasil yang didapatkan jauh berbeda dengan squishy yang diharapkan, karena memang seharusnya squishy dibuat secara langsung dari cairan Polyurethane. Hal tersebut dikarenakan untuk menghindari anak-anak berinteraksi secara langsung dengan cairan kimia yang bisa saja jika tidak berhati-hati mengakibatkan risiko-risiko tertentu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *