5 Tips Diet yang Sehat dan Aman Saat Puasa

Puasa bukanlah halangan untuk tetap menjalani kebiasaan sehari-hari termasuk diet. Karena memang pada dasarnya puasa merupakan kegiatan yang menyehatkan bagi tubuh. Menjaga dan memenuhi asupan nutrisi saat berpuasa memang penting untuk menunjang aktivitas seharian namun bukan berarti anda tidak bisa berdiet selama puasa.

5 Tips Diet yang Sehat dan Aman Saat Puasa

Sebenarnya tidak ada perbedaan cara diet saat berpuasa maupun tidak. Hanya saja jika berpuasa, waktu makan Anda berubah dari sarapan dan makan malam menjadi saat berbuka dan sahur. Selain itu, seimbangkan proposi asupan karbohidrat, lemak dan protein yang tepat saat sahur dan berbuka harus diperhatikan. Jika luput dari perhatian, Anda bisa kecolongan dan menu yang dipilih justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Diet saat puasa juga harus dilakukan secara disiplin agar kesempatan Anda untuk menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat tidak terbuang sia-sia.  Coba ikuti tips diet berikut agar diet Anda saat puasa sehat dan aman.

Perhatikan nutrisi

Pastikan nutrisi menu berbuka dan sahur Anda sudah lengkap. Berikut daftar bahan makanan yang bisa menjadi pilihan memenuhi tips diet:

  • Karbohidrat: gandum utuh (whole wheat), kentang, nasi merah, dan oat.
  • Protein : telur, keju, kacang almond, dan lain sebagainya.
  • Serat:  sayuran dan buah-buahan.  
  • Lemak sehat: ikan-ikanan, daging sapi tanpa lemak, dada ayam, minyak zaitun, dan lain sebagainya.

Hindari produk olahan dan junk food

Bisanya makanan yang mengandung MSG, pemanis buatan, sodium dan lemak rasanya lebih enak dan membuat ketagihan sehingga Anda lepas kontrol sehingga tips diet yang sudah Anda ikuti sia-sia. Untuk itu, kurangi atau justru hindari gorengan atau makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh. Usahakan mengolah sendiri menu berbuka dan sahur agar asupan nutrisinya lebih terjamin.

Makan secukupnya

Biasanya, waktu berbuka dijadikan saat balas dendam karena seharian menahan lapar sehingga kalap makan banyak sekaligus. Hal tersebut tentu tidak baik bagi tubuh karena menyebabkan sakit perut dan kembung. Sebaiknya makanlah secukupnya secara bertahap dimulai dengan kurma, kemudian air putih, diikuti sup hangat atau semangkuk kecil salad sayur dan buah. Setelahnya barulah menyantap hidangan utama.

Kurangi kadar gula

Masyarakat Indonesia biasa berbuka dengan makanan manis. Nyatanya, jika langsung banyak makan dan minum manis justru dapat mengakibatkan perut kembung dan menghambat proses pencernaan. Makanan dengan kadar gula yang tinggi juga membuat kadar gula darah Anda tidak stabil sehingga menginginkan yang manis-manis.

Pilihan terbaik adalah makan kurma saat berbuka puasa. Selain disunnahkan, kurma merupakan sumber gula yang baik dan kaya akan nutrisi lainnya yang dapat melancarkan sistem pencernaan. Jika memang ingin menyantap kolak, es campur dan sebagainya, tunggulah 2-3 jam setelah buka puasa atau pasca Anda salat tarawih.

Kontrol asupan cairan tubuh

Secara perlahan, puasa membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi. Maka, saat berukuran dan sahur penuhi asupan cairan dalam tubuh dengan makanan yang mengandung air. Selain itu, hindari penggunaan garam berlebih karena membuat mudah haus ketika berpuasa. Hindari pula yang terlalu pedas karena mengakibatkan rasa kurang asupan cairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *