Daur Ulang Sampah Elektronik

sampah-elektronikDi Indonesia, membuang benda-benda elektronik setelah tak lagi digunakan mungkin masih asing kedengarannya. Berbeda dengan di Amerika Serikat, di tiap negara bagian benua tersebut sudah memiliki tempat pembuangan barang-barang elektronik yang sudah tak digunakan lagi. Membuang barang elektronik bekas pun tak bisa sembarangan. Misalnya di Oregon. Negara bagian yang berbatasan dengan Washington dan California ini mempunya aturan tersendiri dalam hal membuang barang elektronik bekas.

Pemerintah setempat melarang warganya membuang TV, komputer, atau PC bekas di tempat sampah rumah mereka. Aturan ini semakin dikuatkan dengan adanya keputusan dari pemerintah pusat per Januari 2015 agar warganya tidak membuang alat elektronik bekas secara sembarangan. Komponen barang eletronik sudah tentu memiliki logam mulia yang tertanam di dalamnya. Beberapa komponen pun tergolong bahan yang beracun. Orang awam yang tak tahu tentang hal ini disarankan untuk menyerahkan barang tersebut ke tempat daur ulang yang sudah resmi.

Jika di tahun-tahun sebelumnya tempat pembuangan dan daur ulang ini hanya menerima TV, komputer serta laptop, tahun 2015 ini pemerintah menambah printer, papan ketik, serta mouse ebagai daftar baru. Cara daur ulangnya pun berbeda-beda. Ada beberapa bagian barang elektronik yang dibongkar terlebih dulu sebelum dibuang, ada pula komponen yang disimpan kembali karena masih bisa digunakan.

Komponen yang terbuat dari plastik akan dijadikan satu dan dilebur sebelum dijadikan produk baru lainnya. Untuk yang berbahan logam akan dikumpulkan di tempat sirkulasi. Sedangkan circuit board akan diolah kembali secara khusus untuk mengeluarkan bahan emas, perak, dan logam mulia di dalamnya. Sejak program daur ulang elektronik ini dimulai pada tahun 2009, terbukti sudah menghasilkan lebih dari 61.000 ton elektronik bekas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *