Bangganya Punya Motor Scorpio: Bibit Unggul RX King, Mantap buat Dimodif

Siapa pun pemilik motor Scorpio sudah sewajarnya bangga dengan tunggangan satu itu. Soalnya, selain semburan tenaga yang dihasilkan memang mantap, Scorpio adalah varietas unggul bila diibaratkan tanaman. Sudah begitu, modifikasi motor Scorpio juga tergolong asyik buat dilakukan.

 

Yamaha Scorpio. Semua orang melihatnya sebagai naked bike yang disiapkan Yamaha sebagai penantang Honda Tiger. Padahal, nilainya lebih dari sekadar penantang.

Scorpio bukan motor yang ujug-ujug lahir. Yamaha terlihat betul-betul memperhatikan proses kelahirannya. Sebab, dia disiapkan sebagai penerus takhta motor sport legendaris Yamaha bermesin 2 tak yang sangat ditakuti pada zamannya, bahkan dijuluki “kuda jambret” saking seringnya digunakan untuk menjambret. Ya, Scorpio disiapkan untuk menggantikan RX King yang perlahan tergerus dominasinya oleh regulasi standar emisi.

Menurunkan “gen” Yamaha XT250 (Serow 250)

Mulanya, Yamaha Scorpio diniatkan sebagai motor yang tangguh. Niat ini kemudian diperjelas dengan merujuk pada ketangguhan motor jenis enduro adventure. Namanya juga calon motor unggulan, mesinnya harus tangguh dong?

Yamaha XT250 (Serow 250 di Jepang) yang termasuk motor jenis enduro adventure kemudian dipilih sebagai acuan. Alasannya sederhana, Yamaha XT250 sendiri lahir dan sudah teruji sebagai motor penjelajah nan tangguh.

Yamaha kemudian mengembangkan Scorpio dengan mengambil basis mesin XT250 demi memenuhi keinginan para pecinta touring akan sebuah motor touring yang nyaman dan bertenaga. Mesinnya diadopsikan di Scorpio.

Jadi, boleh dibilang bahwa Scorpio yang Anda punya begitu istimewa karena merupakan keturunan dari enduro adventure bike yang legendaris itu. Scorpio pun menjelma jadi motor sport 4 tak pertama di Indonesia yang mengaplikasikan monocross suspension seperti XT250.

Lho, katanya keturunan RX King? Kok malah bahas XT250? Di mana “gen” RX King-nya?

Jelmaan RX King

Kalau jeli memperhatikan, nuansa RX King ada di sasis motor. Sasis Yamaha Scorpio mengambil basis sasis RX-King dengan tujuan untuk menciptakan sebuah motor yang stabil dan kokoh di berbagai medan; unggul di medan onroad, tangguh di medan offroad.

Singkat cerita, sasis double cradle pun dipilih. Pengaplikasian sasis double cradle rupanya memberi banyak keuntungan karena sifatnya yang lebih kuat, lebih rigid, namun lebih ringan dibanding sasis model single cradle. Selain itu, sasis double cradle pun bisa mendukung tampilan motor sehingga telihat lebih kokoh.

Kemudian, lahirlah tunggangan yang dinantikan itu: Yamaha Scorpio G.

Tahun 2002 silam jadi momentum bersejarah buat Yamaha. Untuk kali pertama, Scorpio-G diperlihatkan kepada khalayak ramai, mereka yang selama ini menerka-nerka seperti apa penerus RX King.

Kalau diperhatikan, terlihat bahwa desain Scorpio-G relatif mirip RX-King. Ya, Scorpio-G memang jelmaan RX-King dalam bentuk mesin 4 tak. Keduanya punya semburan tenaga yang liar!

Kesamaan lain antara RX-King dan Scorpio-G adalah tampilan depannya; Yamaha menyematkan lampu utama model kotak layaknya lampu utama RX-King. Sudah begitu, bentuk tangki Scorpio-G pun kotak, menyerupai tangki RX-King.

Scorpio-G ini didatangkan langsung dari Jepang sepanjang 2002-2004. Oh ya, model ini pun termasuk langka, sebab produksinya hanya 10.686 unit atau 4,8 persen dari total Scorpio yang pernah diproduksi Yamaha. Jadi, berbanggalah Anda yang sampai sekarang masih memilikinya.

Raja Touring dan Modif

Bukan salah Scorpio kalau tidak bisa 100% mirip dengan RX King. Kalau RX King memang punya tarikan yang menakutkan dengan suara merobek telinga, Scorpio tampil beda. Mesin Scorpio lebih mirip “paman”-nya, RX Z si kuda touring. Namanya juga mesin motor cross, enaknya memang dibuat touring. Makanya Scorpio-G sampai sekarang menjadi Scorpio-Z lebih memilih touring sebagai jalan ninjanya alih-alih jadi city racer.

Pada tahun 2005, Yamaha sedikit menyegarkan Scorpio dengan cara mengubah bentuk tangki dan lampu depannya. Generasi kedua Scorpio, dinamain Scorpio Z, memiliki desain tangki dan lampu yang lebih membulat pada sudut-sudutnya demi mencuatkan tampilan yang gagah. Adalah tim R&D YIMM yang bertanggung jawab terhadap perubahan tangki itu.

Apakah perubahan itu sebuah langkah yang mengecewakan karena meninggalkan ciri khas RX King yang kental terasa sebelumnya? Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Yang jelas, penjualan Scorpio model ini melonjak hingga 400 persen daripada model sebelumnya.

Kalajengking yang Mantap Dimodifikasi

Cobalah berbincang dengan teman satu aspal tentang motor yang paling mudah untuk dimodifikasi. Semua pasti akan menyebutkan Yamaha Scorpio sebagai salah satu referensi terbaik. Motor touring memang paling enak buat modifikasi, karena diciptakan untuk tujuan ketangguhan.

Kalau tidak dimodifikasi, ya dipreteli untuk keperluan modifikasi motor lain. Shock breaker depan Scorpio, misalnya, terasa mantap kala disandingkan dengan motor dalam rangka modifikasi Kawasaki W175 bergaya drop seat.

Jadi, kalau Anda mulai terpikir untuk menjual motor Scorpio yang selama ini mendampingi dalam berbagai kondisi, pikir lagi.

Sebab, Anda akan dilirik iri oleh penggemar motor custom yang belum kesampaian ingin memiliki Scorpio.

 

Sumber: https://review.bukalapak.com/auto/sejarah-legenda-bahan-modifikasi-semua-aliran-dari-yamaha-scorpio-225-cc-41608

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *