Supaya Tidak Bosan, Ini 3 Cara Mengolah Daun Katuk si Pelancar ASI

Manfaat daun katuk sebagai pelancar ASI memang sudah tidak diragukan lagi. Bukan hanya itu saja, daun katuk pun diketahui mengandung banyak mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Jadi, wajar saja jika daun katuk selalu tersedia di meja makan para ibu menyusui.

Yup! Masalahnya, masakan daun katuk yang hanya itu-itu saja pasti membosankan. Apalagi, daun katuk pada dasarnya punya bau dan rasa khas yang agak pahit. Uh, kalau sudah begitu, makan pun bisa jadi tak berselera. Eits! Tenang dulu, coba deh kreasikan cara mengolah daun katuk supaya menu makanmu bisa berganti setiap hari. Butuh inspirasi untuk mengolahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Cara Mengolah Daun Katuk

  1. Sulap daun katuk menjadi olahan sayur bening yang segar

Hampir sama dengan pembuatan sayur bening pada umumnya, untuk membuat sayur bening dari daun katuk, cukup sediakan daun katuk serta tambahan sayur lainnya, seperti wortel, tomat, dan jagung. Sediakan pula bumbu dapur: bawang merah dan bawang putih yang sudah diiris halus. Terakhir, jangan lupakan air, gula, dan garam, ya.

Jika semua bahan sudah tersedia, cuci sayuran hingga bersih. Panaskan air di dalam panci hingga mendidih, lalu masukkan bawang merah dan bawang putih ke dalamnya. Masukkan pula wortel dan jagung. Biarkan selama beberapa lama agar tekstur wortel dan jagung menjadi empuk.

cara mengolah daun katuk segar

Masukkan daun katuk dan tomat, tambahkan garam dan gula sesuai selera. Masak sampai daun katuk menjadi empuk. Namun, jangan dimasak terlalu lama karena hal itu bisa membuat daun katuk menjadi lembek. Sebelum diangkat, jangan lupa cicipi dulu dan tambahkan bumbu jika perlu. Pokoknya, pastikan agar rasa sayur bening itu seimbang. Selesai! Sajikan saat hangat, santap bersama nasi dan kerupuk, so delicious!

  1. Daun katuk dibuat menjadi santan? Boleh dicoba juga, lho!

Nah, jika bosan dengan olahan sayur bening, sayur santan tidak ada salahnya dicoba. Caranya, siapkan daun katuk, labu siam, dan melinjo. Siapkan pula bumbu dapur, mulai dari bawang putih, cabai hijau, santan kelapa, daun salam, gula, dan garam.

Masukkan santan dan bumbu ke dalam panci, lalu aduk hingga santan mendidih. Setelah itu, masukkan pula melinjo dan labu siam yang telah dipotong dadu. Tambahkan daun katuk, lalu beri gula dan garam secukupnya. Yeay! Sayur santan pun siap disajikan.

  1. Tumis daun katuk pun tidak kalah lezat, coba deh!

Seperti daun kankung atau daun lain pada umumnya, daun katuk juga bisa lho diolah dengan cara ditumis. Caranya, siapkan daun katuk, udang kering, dan ikan teri goreng. Sediakan pula bumbu dapur, mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai merah, tomat, gula, dan garam.

Panaskan minyak goreng dan tumis bumbu yang telah diiris sebelumnya. Setelah tumisan bumbu mengeluarkan bau wangi, masukkan daun katuk dan aduk rata. Berikan sedikit air dan aduk kembali. Tumis daun katuk hingga matang, tambahkan gula dan garam sesuai selera.

Jangan lupa juga masukkan udang kering dan ikan teri goreng sebelum daun katuk benar-benar matang. Masak udang serta ikan teri tersebut bersama daun katuk. Angkat setelah semuanya matang. Sekarang, tumis daun katuk siap disajikan. Makan bersama nasi selagi masih hangat. Tambahkan tempe atau kerupuk agar menu makanmu makin sempurna.

Bagaimana? Ingin mencobanya sekarang juga? Well, selamat memasak ya, Bunda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *