Museum Boneka Barbie Rayakan Tren Ikon Fashion

Museum BarbieSiapa yang tak kenal boneka perempuan asal Amerika yang identik dengan rambut pirangnya ini? Kebanyakan perempuan pasti senang bermain boneka barbie semasa kecil. Begitu pula dengan Elizabeth Kondruss. Meski kini usianya sudah tak muda lagi, Kondruss tetap aktif menjadi pecinta Barbie hingga sekarang.

Kegiatan terbaru yang dilakukannya adalah turut serta memajang seperempat dari seluruh koleksi Barbienya di museum Stittsville, Otawa, Kanada.

Boneka-boneka yang dipajangnya mewakili satu tren fashion yang sedang naik daun pada masanya. Beberapa bentuk boneka Barbie pun ada yang tampak berbeda. Ini karena boneka yang dipajang berasal dari koleksi Kondruss sejak tahun 1965. Bukan perkara mudah baginya untuk menyortir koleksi terbaiknya hingga bisa ditampilkan di Stittsville. Bayangkan saja, selama 50 tahun ia berhasil mengoleksi 20.000 lebih boneka dengan fashion dan kekhasan yang berbeda-beda. Diantara semua koleksinya, Pink Silhoutte Barbie adalah boneka paling mahal yang pernah ia beli. Boneka Barbie yang satu ini dipajang di salah satu toko mainan pada tahun 1960 dan pada saat itu dibelinya dengan harga $5000 US.

Menurutnya, penikmat barbie saat ini sudah dimudahkan karena baik boneka dan pakaiannya bisa dibeli secara langsung tanpa terpisah. Tema fashion yang diangkat pun semakin beragam. Mulai dari berlibur di pantai, Barbie sebagai chef, sampai digambarkan sebagai putri duyung. Bagi Kondruss, Barbie tak sekadar mainan. Boneka ini juga mewakili tren fashion yang sedang naik daun di setiap masa. Sehingga ia tak akan pernah lupa bagaimana gaya berpakaian perempuan dari tahun ke tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *