Menilik Gaya Hidup Hedonisme yang Akan Memperburuk Keuangan Anda

Seseorang bisa disebut sebagai hedonisme saat mereka melakukan aktivitas fisik seperti mengejar modernitas serta menghabiskan banyak pundi-pundi uang untuk memenuhi keinginan apa saja yang mereka anggap menarik seperti objek yang hanya berupa kesenangan hidup seperti makanan, fashion, barang mewah hingga tempat nongkrong. Gaya hidup yang konsumtif ini tidak dapat dilepaskan dari gaya hidup hedonis yang dianut. Di satu sisi, pola serta gaya hidup konsumtif akan memberi kenikmatan serta kepuasan, entah secara fisik atau pun secara psikologi.

Lantas, bagaimana cara mengendalikan diri sehingga tidak jatuh miskin? Pertama, menabung. Untuk orang yang memiliki gaya hidup hedonis, menabung adalah hal yang sulit untuk dilaksanakan, padahal menabung adalah hal yang penting sebagai pemenuh kebutuhan jangka panjang seperti biaya pendidikan anak, pembayaran DP rumah hingga mempersiapkan diri untuk masa pensiun. Menabung tidak perlu dalam jumlah banyak, saat Anda mulai memiliki komitmen untuk memisahkan diri dari penghasilan seperti 10% dari gaji, cara ini dapat Anda lakukan dengan terus menerus.

Kedua, buat sebuah anggaran belanja. Anggaran belanja adalah salah satu alat yang digunakan sebagai pengatur aliran dana. Di dalam konteks ini, yang menjadi fokus utama ialah perencanaan pengeluaran. Kebutuhan dapat mencangkup kebutuhan harian. Tiap pengeluaran harus bisa diatur dalam pos yang jelas, dengan demikian, anggaran untuk pemenuhannya dapat ditampilkan dengan gamblang. Cara ini juga bisa melatih Anda jauh dari gaya hidup hedonisme.

Ketiga, memprioritaskan kebutuhan. Anda harus memahami jika kebutuhan tidak akan sama dengan keinginan serta keperluan. Kebutuhan mempunyai derajat lebih tinggi dibandingkan dengan keperluan yang hanya keinginan. Untuk beranjak dari perilaku hedonis, Anda harus bisa memprioritaskan kebutuhan terlebih dulu. Bila kebutuhan sudah dipenuhi, keinginan atau keperluan dapat dipenuhi ketika ada dana sisa. Buat sebuah skala prioritas tentang barang atau hal yang Anda perlukan mulai dari tingkat urgensi tinggi sampai tingkat urgensi rendah.

Terakhir, hindari menggunakan kartu kredit. Jangan sampai terayu dengan promo manis yang diberi oleh kartu kredit. Kartu kredit sangat mudah membujuk Anda melakukan gaya hidup yang konsumtif dengan berbelanja secara berlebihan atau menggunakan barang yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Berbelanja dengan kartu kredit memerlukan komitmen serta kontrol diri yang lebih kuat. Di dalam perencana keuangan, maksimal pengeluaran yang ideal untuk pos hutang sebesar 30% dari penghasilan Anda setiap bulan. Bila melebihi angka tersebut, keuangan Anda akan goyah dan mengalami sejumlah masalah keuangan. Hal tersebut juga bisa diperparah dengan pembayaran cicilan kartu kredit dengan bunga tinggi. jadi, hindari gaya hidup hedonisme dengan menggunakan kartu kredit. jika ingin berhutang menggunakan kartu kredit lebih baik Anda menggunakannya untuk kebutuhan yang bersifat produktif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *