Leukemia, Penyakit Anak Balita yang Mengacam Keselamatan Anak

Mempunyai seorang  anak yang masih berumur balita harus tetap waspada. Walaupun tidak seperti bayi yang memiliki sensitivitas yang cukup tinggi, anak balita tentunya juga mempunyai daya tahan tubuh yang tidak sebaik orang dewasa. Penyakit anak balita yang sering dialami di antaranya adalah batuk, pilek, demam, cacar, dan ruam. Walaupun demikian, orangtua harus tetap senantiasa memperhatikan keadaan kesehatan anaknya secara rutin denagn cara check up rutin. Selain penyakit anak balita di atas, anak juga rentang mengalami kanker darah atau leukemia. Penyebab leukemia pada anak memang beragam, mulai dari masalah lingkungan dan juga masalah gen.

Leukemia pada anak tidak terlalu sulit untuk dikenali. Berikut tanda-tanda leukemia pada anak yang harus diperhatikan oleh para orangtua:

  1. Anemia

Anemia atau yang lebih dikenal dengan kekurangan darah pada keadaan leukemia ini diakibatkan karena kondisi darah yang tidak normal sehingga bisa mengakibatkan anak akan cepat lelah dalam melakukan aktivitasnya. Selain itu, wajah anak akan terlihat pucat. Jika anak mengalami hal seperti itu, orangtua tidak perlu menunggu lagi untuk membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

  1. Pembengkakan Kalenjar

Salah satu tanda awal yang dari leukemia adalah pembengkakan dari kalenjar getah bening yang biasanya terjadi di daerah leher, ketiak, dan juga dada. Pembengkakan terjadi karena jumlah sel darah putih pada tubuh yang tidak normal. Orangtua akan bisa membedakan pembekakan yang disebabkan karena leukemia atau karena flu karena pada anak leukemia, pembekakan akan terjadi selama beberapa hari.

  1. Sering Berdarah

Jika orang tua mendapati bahwa anaknya sering mengalami pendarahan, maka orang tua patut waspada karena hal tersebut merupakan tanda dari leukemia karena tingkat pembekuan darah yang rendah. Lambatnya sistem pembekuan darah ini diakibatkan karena karena kadar trombosit pada tubuh yang mengalami keterlambatan. Selain itu, anak dengan leukemia akan mudah sering mimisan, gusi berdarah, sakit kepala, berat badan yang menurun, dan keringat yang berlebihan pada waktu malam hari.

  1. Nyeri Tulang

Nyeri tulang pada leukemia memang sering dirasakan. Hal tersebut dikarenakan memburuknya kondisi sumsum tulang.

Jika anak mengalami hal tersebut maka orang tua harus melakukan beberapa tes untuk mengetahui apakah anaknya terkena leukemia atau tidak. Beberapa tes yang perlu dilakukan antara lain adalah tes darah lengkap, MRI, CT Scan, biopsy sumsum tulang belakang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic.

Jika anak positif mengalami leukemia maka orang tua harus melakukan beberapa tindakan di antaranya:

  • Konsumsi Obat

Konsumsi obat adalah hal dasar yang harus dilakukan bagi anak leukemia. Namun, harga obat yang mahal membuat menjadi kesulitan bagi penderita leukemia. Selain itu, ketersedian obat leukemia juga masih terbatas sehingga akan semakin memberatkan beban bagi penderita leukemia dan keluarganya

  • Kuratif dan Suportif

Tentunya penanganan secara suportif sangat diperlukan oleh penderita leukemia agar kesehatannya tetap terjaga. Beberapa penanganan suportif di antaranya adalah pemberian antibiotik, transfusi darah, pemberian obat antijamur, pemberian asupan nutrisi yang baik, dan juga pendampingan psikologi terhadap anak dan juga orangtua.

  • Sitotastika

Pengobatan granulocyte-colony stimulating factor ini berguna untuk menurunkan granulosit pada penderita leukemia.

Support dari lingkungan juga sangat diperlukan bagi penderita leukemia dan keluarganya. Jangan sampai mereka merasakan beban hidup sendirian tanpa non-material dari lingkungan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *