Gejala Leukimia pada Anak yang Harus Diwaspadai oleh Orangtua!

Gejala Leukemia atau kanker sel darah putih pada anak sering kali diabaikan. Padahal jenis kanker ini paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Adapun penyebab leukemia pada anak adalah karena adanya penyebaran sel-sel darah putih abnormal yang terbentuk di sumsum tulang, sehingga mendesak sel-sel sehat. Jika ini terjadi, maka tubuh rentan terhadap infeksi dan masalah lainnya. Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) penyakit leukimia 3/4 dari seluruh kasus kanker pada anak di Indonesia.

Ada beberapa tanda-tanda atau gejala leukimia yang harus bunda waspadai. Jika bunda harus wasapada juga anak sering kelelahan atau pucat, sering mengalami infeksi hingga deman, mudah berdarah atau memar, sesak napas, kelelahan ekstrem atau kelemahan. Segera konsultasikan dengan dokter.

Gejalan lainnya yang harus diwaspadai adalah adanya keluhan nyeri pada tulang atau sendi. Sering memiliki masalah dengan gusi dan mempunyai ruam pada tubuh. Gejala leukimia lainnya bisa terlihat dari pembengkakan perut, wajah, lengan, ketiak, sisi leher, atau selangkangan.

Gejala leukemia biasanya membutuhkan penanganan dokter. Dengan cepat konsultasi dengan dokter, maka penyakit ini dapat ditemukan lebih awal daripada sebaliknya. Penanganan awal bisa dapat menghasilkan pengobatan yang lebih sukses.

Lalu apa saja sih penyebab leukimia pada anak? Sebenarnya dokter tidak dapat mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama pada kasus leukemia anak. Tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terpapar penyakit ini. Namun banyak juga anak penderita leukemia yang tidak memiliki faktor yang diketahui. Beberapa faktor yang diketahui adalah sebagai berikut :

Leukemia dapat dikarenakan Radiasi. Hal ini dapat meningkatkan frekuensi leukemia mieloblastik akut (LMA) dan leukemia limfositik Kronik (LLK). Hal ini berdasarkan laporan pendukung dari para pegawai radiologi yang lebih sering menderita leukemia ketimbang lainnya.

Selain itu yang bisa mengkatkan frekuensi leukemia adalah Faktor leukemogenic. Dikatakan terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat memengaruhi frekuensi leukemia seperti Racun lingkungan benzena, obat untuk kemoterapi, serta bahan kimia industri seperti insektisida.

Selain itu, Penderita sindrom Down ternate memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar ketimbang anak normal. Virus seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa juga bisa menjadi faktor dari penyakit leukemia. Ada juga ganggunan yang diawariskan seperti Li-Fraument, dan masalah sistem imun yang diwariskan contohnya ataxia telangiectasia. Saudara kandung laki-laki atau perempuan penderita leukemia juga bisa menjadi faktor resiko mengidap leukemia, apalagi jika kembar  terutama yang kembar identic.

Untuk melakukan deteksi leukemia pada anak, dokter akan mengumpulkan riwayat medis secara holistic serta melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan. Beberapa rangkaian tes lab akan menjadi acuan  untuk mendiagnosis ada atau tidaknya leukemia anak lalu langsung mengklasifikasikan jenisnya agar penanganannya sesuai.

Rangkaian tes tersebut meliputi :

  1. Tes darah yang berfungsi untuk menghitung mengukur jumlah sel-sel darah dan melihat penampakannya normal atau tidak.
  2. Biopsi dan aspirasi sumsum tulang. Pada anak biasanya dokter akan mengambil dari bagian tulang panggul untuk mengonfirmasi diagnosis leukemia
  3. Tes khusus untuk memeriksa penyebaran sel-sel leukemia apakah sudah memenuhi otak dan sumsum tulang belakang

Berbagai rangkaian tes ini dilakukan untuk mengetahui jenis leukemia apa yang mungkin dimiliki anak Anda serta untuk mengetahui berapa besar kemungkinan leukemia bisa diobati. Bila ibu ingin tahu lebih lanjut tentang penyebab leukimi, ibu bisa klik tautan berikut ini: https://review.bukalapak.com/mom/hindari-leukimia-pada-anak-dengan-hidup-sehat-dan-ketahui-5-faktor-penyebabnya-40438

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *