Home kesehatan Inilah 5 Imunisasi Wajib yang Disediakan Gratis dari Pemerintah

Inilah 5 Imunisasi Wajib yang Disediakan Gratis dari Pemerintah

by Erin Nuzulia

Mengalami masa Pandemi seperti saat ini, membuat saya semakin sadar betapa pentingnya imunisasi.  Tabel berwarna-warni yang terdapat di setiap buku kesehatan anak, memperlihatkan berbagai macam imunisasi yang direkomendasikan sesuai usia anak. Mengingat beberapa jenis imunisasi memiliki harga yang tidak murah, maka sebenarnya imunisasi mana saja sih yang wajib untuk diberikan. Imunisasi apa saja yang sebenarnya sudah pemerintah sediakan secara gratis untuk masyarakat?

Tahukah Ibu? Sebenarnya pemerintah sudah menyediakan secara gratis imunisasi wajib yang diberikan melalui Posyandu dan BPJS. Namun biasanya para Ibu di kota masih belum maksimal memanfaatkan fasilitas ini. Padahal pengurus posyandu di masing-masing RW kemungkinan sedang pusing karena kurangnya pencapaian target layanan ke masyarakat. Hal itu dikarenakan kurangnya perhatian warga untuk datang ke Posyandu setiap satu bulan sekali. Banyak dari orang tua yang lebih memilih untuk membayar sejumlah uang untuk mendapatkan imunisasi di Rumah Sakit swasta.

imunisasi bayi

( Foto : Okezone )

Inilah 5 Imunisasi Wajib yang Disediakan Gratis dari Pemerintah

Vaksin Hepatitis B (HB-0)

Jenis hepatitis ini diberikan pada bayi yang baru lahir. Tujuan pemberiannya untuk mencegah kemungkinan adanya penularan Hepatitis B dari ibu ke anak saat proses persalinan. Karena Hepatitis B bisa mengakibatkan pengerasan hati yang akan menyebabkan kegagalan fungsi hati dan kanker hati.

Vaksin Bacilus Calmette-Guerin (BCG)

Pemberian vaksin BCG umumnya diberikan saat bayi baru lahir, atau selambat-lambatnya saat bayi berusia 3 bulan. Vaksin ini terbuat dari bakteri tuberkulosis (TB) yang sebelumnya sudah dilemahkan, dan akan membuat penerimanya terbebas dari penyakit TB. Bakteri tersebut merupakan jenis bakteri yang paling mirip dengan bakteri yang menyebabkan penyakit TB. Nama bakteri ini adalah Mycobacterium bovine.

Vaksin Polio

Berbeda dengan kedua vaksin sebelumnya, vaksin polio diberikan dalam beberapa tahap. Pemberiannya dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi berusia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Tujuannya adalah untuk membebaskan bayi dari risiko penyakit lumpuh kayu, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan otot pernafasan yang berakhir pada kematian.

Baca Juga:   Cara Membuat Masker Kain yang Efektif Cegah Corona

Terdapat 2 jenis vaksin polio, yaitu vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio tidak aktif (IPV). Perbedaannya OPV menggunakan virus hidup yang dilemahkan dan diberikan dengan cara diteteskan ke dalam mulut, sedangkan IPV menggunakan virus tidak lagi aktif dan diberikan dengan cara disuntikkan di lengan atau tungkai.

imunisasi

( Foto : WordPress )

Vaksin Difteri, Pertusis, dan Tetanus ( DPT )

Sesuai dengan kepanjangan dari Namanya, DPT adalah vaksin yang diberikan untuk membebaskan anak dari beberapa penyakit yaitu Difteri, Pertusis dan Tetanus. Difteri adalah infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dengan efek terburuknya adalah kerusakan pada saraf, ginjal dan jantung. Pertusis disebut juga dengan istilah batuk rejan, merupakan infeksi bakteri yang menyerang sistem pernapasan, batuk parah dan pneumonia pada anak di bawah usia 1 tahun. Sementara Tetanus merupakan penyakit yang juga disebabkan oleh bakteri dan bisa mengakibatkan kekakuan otot parah, kejang otot serta kelumpuhan.

Vaksin Campak

Penyakit campak akut bisa mengakibatkan pneumonia, diare, dan radang otak. Oleh karena itu vaksin campak masuk dalam kategori imunisasi bayi yang wajib, yang diberikan secara bertahap. Pemberian pertama dilakukan saat anak berusia 9 bulan, lalu 18 bulan dan 6 tahun. Namun jika di usia 15 bulan anak telah diberikan vaksin MR/MMR maka pemberian vaksin campak di usia 18 bulan tidak perlu dilakukan lagi.

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More