Tips Memilih Mainan Puzzle Anak Berdasarkan Tingkatan Usia

Bermain puzzle dapat membantu merangsang kecerdasan otak dan melatih koordinasi mata-tangan pada anak. Tak heran kalau banyak orangtua memilih membelikan mainan edukatif ini untuk buah hatinya. Hanya saja, dengan banyaknya macam-macam mainan puzzle anak yang tersedia di pasaran, mungkin Anda jadi bingung harus memilih yang mana.

Umumnya, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli. Selain bujet, sesuaikan juga dengan usia buah hati. Tentunya Anda tidak ingin kan, mood putra atau putri Anda jadi rusak karena tidak bisa menyelesaikan teka-teki yang dihadapinya?

Lalu, bagaimana kriteria mainan puzzle anak yang sesuai dengan tingkatan usia buah hati? Berikut ini ulasannya.

1. Di bawah 2 Tahun

Si kecil yang masih berusia di bawah 2 tahun biasanya masih kesulitan mengoordinasikan tangannya. Untuk itu, pilihkan puzzle yang terbuat dari kayu ringan ddan agak tebal agar mudah ia genggam. Karena ukurannya agak besar dibanding yang terbuat dari kertas, risiko tertelan pun bisa ditekan.

Hindari memilih yang terdiri dari banyak potongan, cukup 3-5 saja. Selain itu, sebaiknya di bagian alas terdapat gambar yang bisa dijadikan referensi anak.

Tema yang bisa dipilih sendiri bermacam-macam, mulai dari hewan, buah, bentuk, dll. Sambil bermain, kenalkan nama-nama bentuk gambar tersebut pada anak. Jadi, Anda bisa sekaligus memperkaya kosakatanya.

2. Umur 2-3 Tahun

Mainan Puzzle Anak

Di usia ini, anak biasanya sudah mulai bisa mengenali objek yang sering dilihatnya. Bahkan terkadang, ia sudah punya karakter kartun favoritnya sendiri. Nah, Anda bisa menyesuaikan tema dengan karakter anak agar ia lebih termotivasi untuk bermain.

Akan tetapi, sah-sah juga kalau Anda ingin memilih tema yang benar-benar baru untuknya. Kalau mau, Anda pun dapat mengenalkan anak pada huruf dan angka lewat mainan ini.

Untuk ukurannya sendiri bisa diperkecil, namun sebaiknya masih terbuat dari kayu atau kertas yang agak tebal. Tingkatkan challenge dengan memilih puzzle yang terdiri dari 8-15 kepingan. Biarkan anak melihat referensi gambar di alas atau wadah mainannya. Jangan lupa berikan pujian saat ia berhasil agar kepercayaan dirinya tumbuh.

3. Umur 3-5 Tahun

Umur segini, anak biasanya sudah mulai lincah memainkan tangannya. Anda bisa memilih frame puzzle atau jigsaw dari kertas yang memiliki 15-30 kepingan. Buah hati akan ditantang menyelesaikan mainannya dengan petunjuk gambar yang hanya ada di bagian frame.

Saat pertama kali bermain, mungkin buah hati yang kesulitan akan frustasi dan rewel. Cobalah bantu berikan petunjuk untuknya. Minta ia untuk menyusun dari tepi terlebih dahulu, baru menuju tengah. Atau mungkin, ia perlu memutar kepingan jigsaw-nya terlebih dahulu untuk mendapatkan gambaran yang tepat.

4. Umur 6 ke Atas

Mainan Puzzle Anak

Sekarang, Anda sudah bisa lebih bebas memilih puzzle yang tepat untuk buah hati. Amati kemampuannya, lalu tingkatkan tantangan setahap demi setahap. Jika anak mampu menyelesaikannya, bukan tak mungkin kepercayaan dirinya juga ikut berkembang.

Anda pun bisa meningkatkan tantangan dengan memintanya berlomba dengan kakak, adik, atau temannya. Tak masalah jika kalah, Anda malah bisa sekaligus mengajarkannya tentang sportivitas.

Atau, Anda bisa membeli jigsaw dengan ratusan kepingan dan memainkannya bersama seluruh anggota keluarga. Dengan demikian, waktu berkumpul di rumah pun jadi lebih menyenangkan.

Sumber: https://review.bukalapak.com/amp/hobbies/tips-membeli-mainan-lego-asli-dan-membedakan-dengan-tiruan-35296

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *