Kumpulan Trik Menulis Cerita Pendek

Cerita pendek atau merupakan salah satu jenis karya sastra yeng memiliki panjang jauh lebih pendek dibandingkan novel. Panjang cerita pendek tidak dibatasi, namun umumnya cerpen memiliki panjang 4-10 halaman folio, ukuran itu merupakan ukuran standar cerpen yang dipublikasikan di koran, majalah, dan media massa lainnya. Perbedaan mendasar antara cerpen dengan novel adalah konflik yang ditawarkan. Jika novel pada umumnya memiliki lebih dari dua konflik atau banyak konflik, kebanyakan cerpen hanya memiliki satu konflik atau sedikit konflik. Bagi sebagian penulis, terutama penulis pemula, mengarang cerita pendek dirasa memiliki kesulitan dan tantangan tersendiri dibandingkan dengan ketika menulis novel. Ruang cerita pendek yang cukup sempit dibandingkan dengan novel membuat setiap penulis harus memiliki trik tersendiri agar cerita yang ditulisnya tidak membosankan dan tidak terjebak pada tema atau cara penyampaian yang klise. Berikut ini adalah kumpulan trik menulis cerita pendek yang dihimpun dari proses kreatif beberapa penulis cerita pendek terkemuka.

Tokoh dan Karakter yang Kuat

Kebanyakan cerita pendek yang berhasil selalu memiliki tokoh yang kuat, sehingga ingatan pembaca selalu tertuju dan terbayang-bayang akan sosok si tokoh dalam cerita yang dibacanya. Seorang tokoh sental dalam cerita memiliki peran yang sangat penting dalam upaya membangun cerita yang utuh. Tokoh tidak hanya harus digambarkan secara detail, namun juga harus memiliki karakter yang kuat dan memiliki ciri khas yang membedakan tokoh tersebut dengan tokoh-tokoh lain sehingga terlihat menonjol. Beberapa karakter yang perlu ditonjolkan dalam penokohan pada cerita pendek misalnya: sifat, sikapnya dalam menghadapi konflik, dialek atau cara berbicara, bahkan hal-hal yang lebih detail seperti cara berjalan atau penampilannya. Penokohan tersebut, selain harus kuat juga harus digambarkan dengan efektif. Perlu diingat, cerpen memiliki ruang yang terbatas, jangan sampai penokohan memakan ruang yang besar dalam bangunan cerita sehingga justru mengabaikan konflik.

Alur, Konflik, dan Setting

Alur merupakan jalan cerita, konflik merupakan permasalahan yang menjadi fokus dalam cerita, sedangkan setting merupakan tempat atau suasana terjadinya cerita. Alur, konflik, dan setting merupakan unsur-unsur penting dalam cerita pendek yang harus selalu ada, agar pembaca mendapatkan gambaran yang jelas tentang wacana apa yang hendak disampaikan oleh penulis dalam cerpen yang dikarangnya.

Baca Juga:Kumpulan Trik Mudah Sehari-hari

Kalimat yang Efektif

Kumpulan trik menulis cerpen selanjutnya adalah menulis kalimat yang efektif dan tidak berbelit-belit. Narasi dalam cerpen harus tepat sasaran, tidak ada kalimat tidak perlu apalagi mubadzir. Hal-hal yang berkaitan dengan unsur pelengkap atau narasi yang dikemukakan untuk memperindah bangunan cerpen harus dipikirkan dan dieksekusi secara matang. Anton Chekov, seorang cerpenis terkemuka pernah menyampaikan bahwa “Apabila ada sepucuk pistol muncul dalam suatu cerita, pistol itu harus ditembakkan.” Kata-kata Chekov tersebut menyiratkan bahwa setiap unsur apapun yang dimasukkan ke dalam cerita harus efektif, setiap hal bahkan setiap benda harus memiliki fungsi dan perannya masing-masing untuk memperkuat bangunan cerita.

Itulah beberapa kumpulan trik dasar dalam menulis cerpen yang baik. Untuk menjadi penulis cerpen yang baik dan berhasil, setiap penulis harus membaca cerpen sebanyak-banyaknya agar mendapat banyak gambaran dan contoh tentang cerpen yang menurutnya bagus dan berkesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *