Hati-hati! 5 Kamera Cantik nan Canggih Berikut Ini Bisa Memikat Hatimu!

Apa yang paling tidak membosankan untuk dipandang fotografer selain karya-karyanya? Tentu saja kamera yang mengabadikan berbagai karya tersebut. Bagi sebagian orang, kamera mirrorless lebih dari sekadar alat penangkap momen berkemampuan setara DSLR yang lebih praktis. Lebih dari itu, mereka juga dianggap sebagai produk seni yang mengedepankan unsur estetika dalam dimensinya.

Kalau kamu sedang mencari kamera mirrorless, beberapa kamera cantik berikut lebih dari layak untuk dipertimbangkan.

 

Olympus PEN E-PL 8: Kamera Mirrorless yang Pas untuk Pemula

Resmi dirilis di awal tahun 2017, Olympus PEN E-PL 8 menjelma menjadi pilihan yang tepat bagi para pemula. Untuk harganya yang relatif terjangkau, spesifikasi kamera mirrorless ini sudah lebih dari cukup untuk digunakan oleh mereka yang mulai asyik belajar fotografi.

Sensor adalah bagian terpenting dari sebuah kamera. Sebab, kualitas gambar adalah faktor penentunya. Dalam hal ini, sensor Olympus PEN E-PL 8 masih mengusung sensor andalan Olympus, yaitu Micro Four Thirds (MFT) sebesar 16,1 megapiksel dengan sistem stabilisasi gambar mekanik 3 axis.

Selain itu, layar viewfinder-nya pun dapat diputar ke bawah. Tujuannya tentu saja untuk mengutamakan kenyamanan kala mengambil gambar melalui sudut-sudut yang sulit.

Tidak perlu khawatir kala hendak mengambil foto macro. Sistem autofocus-nya memiliki 81 titik yang tersebar di beberapa zona.

Hanya saja, kecepatan pengambilan gambarnya memang tergolong “ngepas”. Olympus PEN E-PL 8 punya kecepatan pengambilan gambar sebesar 8 fps. Ah, tapi bukankah itu sudah cukup buat digunakan bagi pemula?

 

Panasonic Lumix DMC-GF8: Kamera Mirrorless untuk Foto Selfie yang Maksimal

Begitulah adanya. Panasonic Lumix GF8 hadir dengan fitur terbaru, yaitu modus selfie.

Agak aneh juga mengetahui selfie sebagai istilah yang lekat dengan kamera ponsel kini diperhatikan (bahkan disematkan) di kamera mirrorless. Tapi kalau pasar sudah berbicara, produsen mau bilang apa?

Aura Panasonic Lumix DMC-GF8 sebagai kamera mirrorless berkemampuan selfie langsung terasa begitu melihat layar pada bagian belakangnya. Layar berukuran 3 inci ini bisa diputar sampai dengan 180 derajat. Begitu hal ini dilakukan, ia akan secara otomatis mengaktifkan mode Self Shot alias selfie.

Panasonic Lumix DMC-GF8 menggunakan sensor Digital Live MOS resolusi 16 megapiksel dengan prosesor gambar Venus Engine. Dengan demikian, kamera ini mampu menghasilkan foto dengan lebih detail meskipun dalam kondisi minim pencahayaan. Selain itu, Panasonic Lumix DMC-GF8 juga diberikan berbagai fitur, seperti maximum Shutter Speed 1 / 500 s, Light Sensitivity dengan ISO 25600, juga Lens Mount Micro Four Thirds.

Namanya juga mirrorless selfie. Didukung efek pengaturan yang lebih banyak, serta fitur defocus area di sekitar wajah secara otomatis, foto selfie kamu jadi lebih maksimal.

Bagaimana, tertarik untuk memilikinya? Bila suka, Panasonic Lumix DMC-GF8 dibanderol dengan harga mulai dari Rp 5,4 juta.

 

Nikon 1 J3: Khusus Penggemar Kecepatan Shooting

Faktanya, semboyan “need for speed” tidak hanya berlaku bagi penggemar otomatif kala sedang menggila di jalan raya. Para pencari momen juga punya kecintaan yang sama atas kecepatan. Dibutuhkan kamera yang bisa memenuhi hasrat itu.

Nikon 1 J3 menawarkan kecepatan shooting yang lebih baik. Setidaknya, begitulah klaim Nikon. Alasan mereka sederhana; mereka punya sistem autofocus hybrid yang telah ditingkatkan. Selain itu, image processor anyar juga disematkan demi menunjang kecepatan pemotretan.

Hasilnya langsung kentara. Performa burst mode Nikon 1 J3 tembus 60 fps, meski saat memakai single burst terbatas pada 20 shot.

Kamera yang menggunakan sensor CMOS CX-format 14,2MP ini telah mendukung kemudahan transfer secara wireless melalui perangkat tambahannya, yaitu Wireless Mobile Adaper (WU-1b).

Kalau kamu merupakan penikmat kecepatan yang penasaran dengan Nikon 1 J3, kamera mirrorless cantik dengan balutan desain minimalis ini dibanderol mulai dari Rp 3,7 juta, tergantung pada jenis lensa yang kamu mau.

 

Sony Alpha a7S Mark II: Kamera Andalan para Videografer

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jodohnya videografer. Mungkin itulah julukan paling pas disematkan buat Sony Alpha a7S Mark II. Julukan itu diberikan bukan tanpa alasan.

Sejarah mencatat, begitu dirilis Sony, seri a7 ini langsung memikat hati para videografer di luar sana. Kebanyakan dari mereka tak hanya kepincut karena bobotnya yang ringan, tapi juga karena fitur-fiturnya dianggap mumpuni untuk dipakai merekam gambar bergerak.

Bak gayung bersambut, Sony merestui cinta ini. Mereka lantas mengembangkan seri Alpha yang memang difokuskan untuk mengambil video, yaitu Sony a7S Mark II ini.

Selain bobot yang ringan dan fitur yang sesuai untuk diajak nge-vlog (atau membuat konten Youtube bagi Anda, para Youtuber di luar sana), keunggulan yang paling kentara pada kamera ini adalah kemampuannya dalam mengatasi kondisi pencahayaan yang minim alias low light condition.

Kok bisa?

Bisa saja, dong. Rahasianya terletak di penggunaan sensor CMOS andalan Sony, Exmor. Sensor Exmor punya sensitivitas cahaya yang baik dengan rentang ISO nan lebar. Meskipun demikian, kualitas gambar yang dihasilkan masih tetap tajam dan gangguan noise bisa diminimalisasikan.

Selain itu, kemampuan a7S Mark II dalam menangkap fokus otomatis pun tetap cepat dan presisi meskipun berada dalam kondisi cahaya yang kurang. Demi meyakinkan orang-orang di luar sana, Sony berani sesumbar bahwa kecepatan fokusnya dua kali lebih cepat dari seri Alpha 7S yang sebenarnya adalah versi sebelumnya.

Bagaimana dengan kualitas gambarnya? Nah, ini dia jagoannya. Sony Alpha 7S Mark II mampu merekam video 4K (QFHD) dalam format full frame dengan warna yang terlihat natural.

 

Pentax Q-S1: Si Mungil Bernuansa Retro

Kamera mungil yang masih memakai desain retro ini tampil dengan banyak pilihan dan kombinasi warna. Memiliki sensor yang sama dengan Pentax Q7, kamera yang diluncurkan tahun 2014 ini mampu menangkap gambar sebanyak 5 frame per detik pada mode continuous shooting.

Pentax Q-S1 juga berkemampuan ISO maksimal 12800 dan mampu bekerja optimal hingga pada ISO 3200, tentu dengan tingkat noise yang rendah.

Selain dipersenjatai kemampuan menangkap cahaya minim, kamera ini juga dilengkapi dengan banyak variasi mode pemotretan yang bisa kamu pilih dan bisa diakses dengan cepat dengan tombol quick dial pada bagian depan kamera.

Jadi, kamera mana yang menurutmu paling cantik?

 

Sumber: https://review.bukalapak.com/gadget/19-daftar-kamera-mirrorless-bagus-dari-berbagai-merek-di-pasaran-indonesia-26098

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *